Jumat, 29 Desember 2017

Ngapain Bikin Video? Video Apa Sih?

Apa rasanya kerja pulangnya ke rumah orang tua? Itu yang selalu aku ucapkan di dalam hati setiap ketemu temen yang kerja dan emang rumahnya di Jakarta. Dan sekarang aku sedang liburan seminggu di rumah orang tua. Lalu muncul lagi pertanyaan itu, gimana ya kalau gua kerja pusing tapi balik ke rumah orang tua. Apa jadi beda ya, bisa hilang pusingnya? Tempat kerja aku sama rumah orang tua jauh. Ada 100km lebih. Di Jakarta aku tinggal di kos-kosan sempit seadanya. Kalau mau yang bagus keluar uangnya lebih banyak, aku lebih milih keluar uang sedikit supaya bisa dialokasikan ke tabungan pribadi. Mungkin karena kondisinya yang sepi karena tinggal sendiri dan tempatnya juga kurang bagus, sempit, seadanya, terutama masalah pencahayaan. Kayaknya itu yang bikin inspirasi jarang datang. Kurang produktif sih. Sekarang, baru beberapa hari di rumah orang tua udah bikin 2 video. Kayaknya gampang banget inspirasi datang, bengong dikit eh kepikiran bikin sesuatu. Atau mungkin ini efek tempatnya aja yang enak buat bikin-bikin video. Ya rumah di kampung mah luas, bertingkat lagi, halaman ada pekarangan belakang ada, saung ada, kolam ikan ada, sawah ada, sungai ada, edan segala ada.

Apapun faktor penyebabnya, aku syukuri aja akhirnya bisa ngerasain lagi berkarya. Dari mulai memikirkan konsep, eksekusi, sampai publikasi, hingga mendapat feedback walaupun besar-besar, tapi setiap apresiasi itu aku syukuri dan aku senang akan itu. Yang menarik dari dua video yang udah aku buat adalah aku membuatnya nggak pakai laptop untuk proses editing, tapi modal iPhone aja dengan iMovie-nya. Dan voila! Bisa juga. Ternyata kalau udah menguasai fitur atau function-functionnya bisa juga bikin video sederhana tapi kualitas bersaing. Mungkin ke depannya aku bakal makin sering lagi buat video pakai iPhone.

Oiya yang bertanya video-video apaan si? Bikin video itu dikumahakeun maksudna? Jadi yang gue buat itu sebenernya film. Cuma kalau pakai istilah film nanti ada yang menganggap rendah karena mereka overestimate dengan kata “film”. Jadi ya yang aku lakukan itu filming dengan konsep yang benar-benar dipikirkan dan disusun dengan sistematis. Sederhanya kayak bikin film pendek. Dan video-video yang gue maksud itu gue post di Instagram akunnya @rjunjunan coba aja kalau ada yang penasaran bisa dicek deh. Kenapa nggak posting ke YouTube? Soalnya aku bikinnya terlalu pendek, cuma 1 menit. Buat YouTube itu terlalu kecil menurut aku, lebih baik kalau aku punya rencana membuat video yang lebih panjang dan besar baru aku upload di YouTube nama channelnya Junjunan. Kendala lainnya adalah, karena YouTube itu platform video sharing yang gede, jadi gue malu kalau upload resolusi yang nggak bagus, kelihatan jelek banget pas full screen. Pengennya kasih yang maksimal, resolusi tinggi, otomatis ukurannya filenya juga tinggi, nah itu dia harus uploadnya nyari WiFi dulu.

Kenapa sih gue bikin video begini? Kurang kerjaan? Ini hidup gue. Gue udah jauh mikirnya, karena udah ngerasa ketika gue bikin video itu gue hidup. Dan yang gue lakuin itu menjalani kehidupan kok. Dan gue suka saat-saat produktif, kayak ngejaga jiwa muda yang terus terasah kreatifitasnya. Gue nggak mau ya jadi om-om yang ngga produktif dan ngga kreatif, yang kerjaannya nyebar meme atau lawakan garing di group group wassap. Dan kalau gue lagi dikasih waktu rileks, gue rasa harus dimanfaatin semaksimal mungkin buat ngelakuin hal yang gue suka. Jangan ngelakuin hal yang nggak disukain terus selama 8 jam 5 hari. Pokoknya banyak sekali manfaatnya untuk selalu tetap produktif itu karena melakukan aktivitas yang positif dan mencegah untuk melakukan hal negatif, supaya jadi manusia yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar